Senin, 06 Juli 2015
Klarifikasi Zat Berbahaya
Kami selaku PT. Dunkindo Lestari
mengklarifikasi isu yang beredar tentang adanya zat berbahaya Titanium
Dioxide (TiO2) yang terkandung dalam gula halus produk Dunkin’
Donuts tidak benar. Produk Dunkin’
Donuts menggunakan bahan baku yang berkualitas serta aman dikonsumsi oleh
manusia.
Seluruh
produk PT. Dunkindo Lestari telah mesmiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama
Indonesia (MUI) sebagaimana tertuang dalam Sertifikat Halal – Halal Certificate
Nomor : 00160005980797, pada tanggal 19 Maret 2014 dengan masa berlaku sampai
dengan tanggal 18 Maret 2016. Yang senantiasa dilakukan pembaharuan setiap dua
tahun sekali dan di uji secara acak setiap enam bulan sekali, oleh para ahli
dari MUI.
Jika
terbukti PT. Sorini Agro Asia Corporindo, Tbk. sebagai satu-satunya supplier
bahan baku gula halus menggunakan zat Titanium Dioxide maka PT. Dunkindo
Lestari akan memutuskan kontrak kerja. Dan barang siapa yang tidak mengindahkan
surat pemberitahuan / press release dan masih menebarkan fitnah atau
keterangan yang tidak benar, dan perbuatan yang tidak menyenangkan, maka PT.
Dunkindo Lestari akan melakukan tuntutan hukum terhadap pihak–pihak tersebut
baik secara pidana maupun perdata.
Kronologi Peristiwa
Sumber: Republika.co.id
- Tanggal 11 Maret 2015 Pukul 12:52 WIB : Ada Zat Berbahaya dalam Dunkin Donuts.
- Tanggal 11 Maret 2015 Pukul 16:04 WIB : Kemenkes : Kasus Titanium Dioksida Dunkin Donuts Belum Ada di Indonesia.
- Tanggal 11 Maret 2015 Pukul 19:15 WIB : BPOM Tanggapi Isu Gula Halus Dunkin Donuts yang Berbahaya.
- Tanggal 11 Maret 2015 Pukul 22:23 WIB : LPPOM MUI akan Lakukan Analisa Titanium Dioksida pada Dunkin Donuts.
- Tanggal 12 Maret 2015 Pukul 14:00 WIB : Gula di Donat Mengandung Titanium Dioksida.
- Tanggal 16 Maret 2015 Pukul 16:00 WIB : MUI : Dunkin Donuts Tak Gunakan Titanium Dioksida.
Langganan:
Komentar (Atom)

